Jumat, 23 November 2012

Deja Vu...???

....???
Pernahkan kamu melihat sesuatu tapi tiba-tiba kamu merasa familiar dengan hal tersebut? Atau pernahkankah kamu melihat seseorang yang asing namun kamu merasa telah pernah melihat orang tersebut sebelumnya?

So....

A simple answer for a simple questions,It named Déjà vu

Saya pernah membaca sebuah majalah yang membahas tentang gejala-gejala otak.Kalau saya tidak salah,disitu ada 8 macam gejala otak,dan ke-8 gejalah otak tersebut diakhiri dengan kata-kata Vu.
Dan gejalah otak yang paling fenomenal dan paling sering muncul di kehidupan adalah Deja Vu.

Banyak dari kita yang pernah mendengar kata-kata Deja Vu,saya pun pernah mengalami Deja Vu beberapa kali.Eiittsss..... Pasti ada yang mikir kalau Deja Vu itu adalah sebuah film,lagu,atau game... Tapi jangan sampai salah... Deja Vu adalah sebuah gejala otak,bukan film,lagu ataupun game.

Walaupun kita sering mendengar kata-kata Deja Vu...Tapi mungkin hanya sedikit yang tahu apa artinya,jadi... Deja Vu secara umumnya adalah salah satu fenomena misterius dalam kehidupan manusia.

 Atau maksudnya yaitu "pernah melihat/pernah merasa". Maksudnya mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya.


Selain deja vu, ada lagi kata Perancis yang merupakan lawan dari Deja Vu, yaitu Jamais Vu, yang artinya "tidak pernah melihat". Fenomena ini muncul ketika seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya. Saya rasa sebagian dari kita juga sering mengalaminya,Right...???






Sebelum kita melihat mengenai deja vu, pertama, kita perlu mengetahui apa yang disebut dengan "Recognition Memory", atau memori pengenal. Recognition Memory adalah sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sebenarnya sudah pernah kita alami sebelumnya.



Otak kita berfluktuasi(yah… sejenis naik-turun lah) antara dua jenis Recognition Memory, yaitu Recollection(pengumpulan kembali) jika kita bisa menyebutkan dengan tepat seketika itu juga kapan situasi yang kita alami pernah muncul sebelumnya.

     Contoh : Jika kita bertemu dengan teman, maka dengan segera kita menyadari bahwa kitamengenalnya.



Sedangkan ingatan yang disebut Familiarity(dikenal)  muncul ketika kita tidak bisa menyebut dengan pasti kapan kita melihat kejadian tersebut.

     Contoh : Deja Vu


Selama terjadi Deja Vu, kita mengenali situasi yang sedang kita hadapi, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita pernah menghadapinya sebelumnya.

Percaya atau tidak, 60%-70%  manusia di bumi ini paling tidak pernah mengalami Deja Vu minimal sekali, apakah itu berupa pandangan, suara, rasa atau bau.

Jadi, jika kamu  sering mengalami Deja Vu, It’s OK… banyak kok yang kayak gitu.

Berikut agar lebih jelas,berikut ada beberapa teori-teori yang membahas Déjà vu :


Seperti Emile Boirac,..Ilmuwan yang satu ini sudah meneliti fenomena ini sejak tahun 1876, namun ia tidak pernah secara tuntas menyelesaikan penelitiannya(Kaasiaaan…). Karena itu, banyak peneliti telah mencoba untuk memahami fenomena ini sehingga akhirnya kita mendapatkan Paling tidak 40 teori yang berbeda mengenai deja vu, mulai dari peristiwa paranormal hingga gangguan syaraf.(Whew…)

Karena 40 itu terlalu banyak,jadi saya cuma akan membahas beberapa teori terkenal :

1.     Gangguan Akses Memory

 Teori ini dekemukakan oleh Sigmund Freud.Ini dia nih orang yang telah mengemukakan teori psikologlegendaris.,,,,BUT,,,,, let see the following marvelous pict before…!!!


Gambar di atas adalah foto ilustrasi "Puncak gunung es" yang terkenal. Para ahli "otak" sering menggunakan ilustrasi di atas untuk menunjukkan seperti apa pikiran kita yang sebenarnya. Permukaan air adalah batas kesadaran kita. Pikiran Sadar kita adalah bongkahan yang muncul di atas permukaan laut. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah bongkahan raksasa yang ada di dalam laut.

Menurut mereka, sebenarnyaa sebagian besar informasi yang kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima benar-benar kita ingat atau sadari. Prinsip ini adalah kunci penting untuk memahami Deja Vu.

Sigmund Freud yang sering dijuluki sebagai bapak psikoanalisa pernah meneliti mengenai fenomena ini dan ia percaya bahwa seseorang akan mengalami Deja Vu ketika ia secara spontan teringat dengan sebuah ingatan bawah sadar. Karena ingatan itu berada pada area bawah sadar, isi ingatan tersebut tidak muncul karena dihalangi oleh pikiran sadar, namun perasaan familiar tersebut bocor keluar.(wah…wah…wah…wah… Bisa gawat tuh kalu bocor semua).

Teori Freud ini terbukti menjadi landasan bagi teori-teori yang muncul berikutnya.



2. Perhatian yang terpecah- Teori Ponsel


Seorang peneliti bernama Dr. Alan Brown pernah mengadakan eksperimen yang diharapkan bisa menciptakan ulang proses deja vu. Dalam percobaannya, ia dan rekannya Elizabeth Marsh memberikan sugesti subliminal kepada subjek penelitiannya.

 Sekedar Informasi :
Subliminal berasal dari kata latin, yaitu "sub" dan "Limin atau Limen". Sub(Bawah) sedangkan Limin(Ambang Batas). Dalam artian psikologi, subliminal berarti beroperasi dibawah sadar.( Lagi-lagi berhubungan dengan bawah sadar).

 Mereka menunjukkan sekumpulan foto yang menunjukkan lokasi-lokasi yang berbeda kepada sekelompok pelajar dengan maksud bertanya kepada mereka mana yang dianggap paling familiar bagi mereka. Dalam percobaan ini, semua pelajar yang diuji belum pernah mengunjungi lokasi-lokasi yang ada di foto tersebut.

Namun sebelum mereka menunjukkan foto-foto itu, terlebih dahulu mereka menayangkan sebagian foto itu di layar dengan kecepatan subliminal sekitar 10 sampai 20 milidetik. Kecepatan itu cukup bagi otak manusia untuk menyimpan informasi itu di bawah sadar, namun tidak cukup bagi para pelajar itu untuk menyadari dan menaruh perhatian padanya.

Dalam percobaan ini terbukti bahwa lokasi-lokasi pada foto-foto yang sudah ditayangkan dengan kecepatan subliminal dianggap paling familiar bagi para pelajar itu.

Eksperimen serupa pernah diadakan oleh Larry Jacobi dan Kevin Whitehouse dari Washington University. Bedanya, mereka menggunakan sekumpulan kata-kata, bukan foto. Namun hasil yang didapat sama dengan eksperimen Dr. Alan Brown.

Berdasarkan pada hasil eksperimennya, Dr. Alan Brown kemudian mengajukan sebuah teori yang disebut sebagai teori ponsel (atau perhatian yang terpecah).

Teori ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka, secara subliminal, otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan "terpanggil" keluar sehingga kita merasa lebih familiar. Ini sama seperti bongkahan es di bawah permukaan air yang naik ke atas permukaan.

Jadi…Inti dari teori ini adalah  Deja Vu tidak berhubungan dengan kejadian di masa lalu yang telah berlangsung lama.


3. Memori dari sumber lain
 
Ada lagi teori yang lain…Teori ini percaya bahwa otak kita menyimpan banyak memori yang datang dari berbagai aspek kehidupan kita, seperti film yang kita tonton, gambar ataupun buku yang kita baca. Informasi-informasi ini kita simpan tanpa kita sadari. Sejalan dengan lewatnya waktu, maka ketika kita mengalami peristiwa yang mirip dengan informasi yang pernah kita simpan, maka memori yang tersimpan di bawah sadar kita akan bangkit kembali.

Contohnya,,, sewaktu kecil, mungkin kita pernah menonton sebuah film yang memiliki latar sebuah tempat. Ketika dewasa, kita mengunjungi tempat tersebut dan tiba-tiba kita merasa familiar walaupun kita tidak mengingat film tersebut.

Teori ini mirip dengan teori ponsel, tapi teori ini setuju bahwa deja vu berhubungan dengan kejadian yang telah berlangsung lama di masa lampau.

4. Teori Pemrosesan Ganda (visi yang tertunda)


Dalam banyak hal, teori-teori mengenai penyebab Deja Vu tidak berbeda jauh dari yang diajukan oleh Sigmund Freud. Namun seorang peneliti bernama Robert Efron berusaha melihat lebih jauh kedalam mekanisme otak, bukan sekedar pikiran sadar atau tidak sadar. Walaupun sangat teknikal, teori yang diajukannya dianggap sebagai salah satu teori Deja Vu terbaik yang pernah ada.(Wo0w…)

Teori Efron ini berhubungan dengan bagaimana cara otak kita menyimpan memori jangka panjang dan jangka pendek. Ia menguji teori ini pada tahun 1963 di rumah sakit Veteran,Boston. Menurutnya, respon syaraf yang terlambat dapat menyebabkan Deja Vu. Hal ini disebabkan karena Informasi yang masuk ke pusat pemrosesan di otak melewati lebih dari satu jalur.

Efron menemukan bahwa Lobus Temporal dari otak bagian kiri bertanggung jawab untuk mensortir informasi yang masuk. ia juga menemukan bahwa Lobus Temporal ini menerima informasi yang masuk dua kali dengan sedikit delay antara dua transmisi tersebut.

Informasi yang masuk pertama kali langsung menuju Lobus Temporal, sedangkan yang kedua kali mengambil jalan berputar melewati otak sebelah kanan terlebih dahulu.

Jika delay yang terjadi sedikit lebih lama dari biasanya, maka otak akan memberikan catatan waktu yang salah atas informasi tersebut dengan menganggap informasi tersebut sebagai memori masa lalu.

5. Sepertinya saya pernah menulis ini (Déjà Vu)


Ha…ha…ha…Nope, I must be joking.


          Ini pertama kalinya saya menulis mengenai Deja Vu. Walaupun tidak menakutkan seperti fenomena Doppelganger yang juga sering dihubungkan dengan aktifitas otak, Déjà Vu tetap dianggap sebagai fenomena yang luar biasa misteriusnya.



Saya adalah penggemar Déjà Vu … and I enjoy it… J












Jumat, 16 November 2012

Bukittinggi kota wisata


 Bukittingi adalah sebuah kota yang berada di provinsi Sumatera Barat,Indonesia dengan iconnya yaitu Jam Gadang. Kota ini pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia).Kota Bukittinggi juga dijuluki dengan sebutan kota wisata karena di Bukittinggi terdapat banyak objek wisata seperti Benteng Fort De kock,Ngarai Sianok,Lobang Jepang,Kebun Binatang Kinantan dan masih banyak lagi.

Kota wisata yang memiliki hawa yang sejuk ini memiliki beberapa makanan khas yang banyak diburu oleh para pendatang baik pendatang lokal maupun mancanegara.Beberapa makanan yang banyak digemari turis adalah kerupuk sanjai,galamai,ampiang dadiah,nasi kapau,lapek dan banyak lagi.Selain itu kota ini juga sangat padat pada saat libur sekolah atau libur hari-hari besar.

Kota Bukittinggi selain dijuluki kota wisata dan memiliki hawa yang sejuk,kota ini juga memeliki hubungan baik atau bersaudara dengan Seramban di Negeri Sembilan,Malaysia.Kota ini disebut bersahabat karena memiliki banyak kesamaan misalnya di bidang budaya ataupun garis keturunan,dua kota ini sama-sama menggunakan garis keturunan matrilineal (garis keturunan menurut ibu).

Bukittinggi juga dikenal sebagai tempat kelahirannya tokoh Proklamator Indonesia yaitu M.Hatta.M.Hatta adalah Wakil Presiden pertama Republik Indonesia.
 

Ngarai Sianok.




















Jumat, 09 November 2012

'bout me

Oh hello...guys....
Let me introduce myself to u all :)
My name is Musdaniati
I am better known as Dhani....
I am a student of SMA N 1 BUKITTINGGI
f/Bkt
I am 16th years old
I love singing,music,sports and reading novels
I am a simple and humble persons
I hate union so much


maybe just it that I can share to u,Thanks..... :

Jumat, 12 Oktober 2012

Horoscope dan Sifat Seseorang

Capricorn ~ Serakah
Aquarius ~ Psychopath
Pisces ~ Cengeng
Aries ~Penusuk,Egois
Taurus ~ Keras kepala
Gemini ~ MPO
Cancer ~Moody
Leo ~ Egois
Virgo ~ Liar
Libra ~ Lalai
Scorpio ~ Obsesiv
Sagittarius ~ Canggung